Sebuah kisah maha agung tentang gadis sulam dan raja Salomo yang menggambarkan Yesus Kristus sebagai mempelai laki-laki dan setiap orang percaya sebagai mempelai perempuan yang sedang diajar dan disempurnakan oleh Sang Raja sendiri untuk menjadi permaisurinya dan memerintah kerajaanNya bersamaNya selama-lamanya. Disinilah identitas kita sejatinya, yaitu untuk menjadi mempelai bagiNYA. Inilah kisah seorang raja yang menemukan cinta sejati secara alkitabiah. The King is glorious…the King is awesome… the King is yours…

 

KIDUNG AGUNG 1 (The SONG of SOLOMON 1)


CHAPTER 1. The Solomon’s Love for a Shulamite Girl
The song of songs, which is Solomon’s
The Banquet
THE SHULAMITE
1: 2 Let him kiss me with the kisses of his mouth- for your love is better than wine.
1: 3 Because the fragrance of your good ointments, Your name is ointment poured forth; Therefore the virgins love you.
1: 4.Draw me away!
THE DAUGTHERS OF JERUSALEM
We will run after you
THE SHULAMITE
The king has brought me into his chambers.
THE DAUGTHERS OF JERUSALEM
We will be glad and rejoice in you. We will remember your love more than wine.
THE SHULAMITE
Rightly do the love you.
(New King James Version)

Raja Salomo adalah sebagai gambaran Yesus Kristus. Gadis Sulam dalam arti sebenarnya adalah seorang wanita desa Israel, yang menarik hati Salomo karena kecantikan dan ketulusan hatinya.  Dia adalah gambaran diri kita. Sedangkan puteri-puteri Yerusalem menggambarkan orang-orang percaya yang lemah.

Dalam perikop ini digambarkan tentang sebuah perjamuan pesta, dimana  keanggunan raja Salomo  begitu memikat hati  puteri-puteri Yerusalem dan gadis sulam. Gadis sulam telah diangkat untuk menjadi mempelainya. Dia telah dipilih diantara sekian banyak puteri-puteri Yerusalem yang berusaha mendapatkan cinta raja Salomo. Dia adalah seorang asing yang mendapatkan kehormatan untuk memperoleh keintiman bersama  raja Israel. Inilah gambaran Yesus Kristus yang menginginkan kita untuk menjadi mempelaiNya.  Kita itu seperti seorang gadis sulam yang hendak di peristri oleh Salomo, seorang gadis jelata dari desa yang oleh dunia sering tidak dipandang atau dianggap.

1:5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
1:6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.
1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
1:8 — Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.

Ayat 5 “memang hitam aku, tetapi cantik,” adalah sebuah Paradox of Grace, yaitu pernyataan yang seolah-olah berlawanan dengan kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.

roh memang penurut, tetapi daging lemah. (Mat 26:41)
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. (I Tim 1:15 )

Sebagai manusia, kita memang memiliki banyak sekali kelemahan. Kita sering gagal dan sering jatuh dalam dosa. Namun Tuhan tetap memandang diri kita ini cantik, menawan hati Tuhan.

4 ALASAN YANG MEMBUAT KITA CANTIK:

1. Karena salib

2. Ada “roh penurut”

3. Karena Tuhan melihat kita(Tuhan tahu hati kita)

4. Karena Destiny kita sebagai mempelai perempuan

3 TAHAP KEMENANGAN ROHANI:

1. Keinginanan untuk memperbaiki/ taat kembali (Tuhan menghargai meski itu baru niat saja)

2. Roh dominan menang namun kadang juga kalah (Meski kita kadang salah dalam membuat pilihan-pilihan, tetapi Tuhan tetap menyertai perjuangan-perjuangan kita)

3. Roh sudah benar-benar bebas/ menang (Dalam setiap pergumulan kita, Tuhan memberikan kemanangan setiap saat bila kita berada di pihakNya)

Ayat 6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku.

Mempelai perempuan merasa malu atau merasa dihakimi. “Terik matahari” berarti kehidupan di dunia ini. Ini menunjukkan bahwa kita itu lemah. “Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.” Ibu menggambarkan gereja (dalam PB) atau Israel (dalam PL). Putera-putera ibuku adalah gambaran saudara seiman yang kasihnya sudah padam dan tidak suka melihat gadis sulam berapi-api atau juga gambaran saudara seiman yang radikal dalam Tuhan dan belum dewasa rohani yang kemudian mulai menghakimi yang lemah (yang berbuat dosa). kebun anggur adalah sama dengan pelayanan atau hatinya sendiri. kebun anggurku sendiri tak kujaga berarti bahwa (1) kita mengalami overload pelayanan atau (2) kita tidak menjaga hati kita, sehingga persekutuan kita dengan Tuhan menjadi tidak terawat, kasih kita menjadi dingin.

Ayat 7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

Ucapan jantung hatiku dan kakanda adalah pengakuan dari mulut dan hidup kita untuk selalu dekat dengan Dia. Ini merupakan seruan hati yaitu permintaan untuk bisa berada dekat Dia. domba-domba berbaring pada petang hari menggambarkan bahwa kalau gadis sulam ini puas berada bersama-sama dengan Dia, barulah dia dapat menjadi tenang. jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu? (as one who veils herself= pelacur- NKJV) Ini berarti bahwa ia hanya mau dipuaskan oleh Tuhan Yesus sendiri saja. Gadis ini tidak menginginkan yang lain.

Ayat 8 Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.

3 LANGKAH KEINTIMAN:

1. Ikuti jejak domba ? Jangan menyendiri, bersatu dengan komunitas.

2. Gembalakanlah anak-anak kambingmu ? Layani orang-orang yang Dia percayakan kepada kita dengan setia

3. Dekat perkemahan gembala ? Menghargai dan menghormati otoritas pemimpin-pemimpin rohani kita

Ayat 9-10 Dengan kuda betina dari pada kereta-kereta Firaun kuumpamakan engkau, manisku. Moleklah pipimu di tengah perhiasan-perhiasan dan lehermu di tengah kalung-kalung.

Ini merupakan pujian dari Tuhan. 3 hal yang dipuji, yaitu:

1. Kuda: Kekuatan/ kuasa yang terbaik dibandingkan orang yang tidak percaya. Kita memiliki kuasa untuk melakukan kebenaran. Dia yang membuat dan melatih kita untuk hidup benar buat Dia.

2. Pipi: Perasaan kita yang dipenuhi/ dihiasi karya roh kudus.

3. Leher: Kemauan yang ilahi. Bandingkan orang Israel disebut: stiff neck

Ayat 11 Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas dengan manik-manik perak.

Ini adalah janji dari Tuhan:

Perhiasan- perhiasan emas adalah karakter ilahi seperti Yesus , kita akan menjadi penyembah

Manik-manik perak diartikan bahwa Tuhan akan memperlengkapi kita untuk membawa banyak orang kepada Dia.

Ayat 12  Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku

Gadis sulam yang boleh duduk sehidangan dengan raja dan bau wangi-wangian yang dia pakai tersebar kemana-mana. Sang raja menyukai bau yang wangi.  Ayat ini menggambarkan bahwa Tuhan selalu mengundang kita untuk dapat menikmati bagian yang sama dengan yang Dia nikmati dan segala perbuatan yang kita lakukan untuk Dia, itu menyenangkan hatiNya seperti wewangian yang melekat pada tubuh kita.

Ayat 13 Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.

Salah satu persembahan yang dibawa oleh orang-orang majus adalah mur. Mur melambangkan persembahan yang harum. Sedangkan buah dada melambangkan kemampuan untuk memberi kehidupan seperti seorang ibu yang mampu mengalirkan kehidupan untuk bayinya. Hidup kita memiliki kemampuan untuk membawa kehidupan bagi orang lain, yaitu membawa orang lain kepada  Yesus Kristus Sang Raja. Ini merupakan persembahan yang harum dan menyenangkan bagi Dia.

Ayat 14 Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi.

Seperti bunga yang indah yang menghiasi kebun-kebun anggur, kehadiran Yesus dalam hidup gadis sulam (hidup kita) membawa keindahan/ sukacita sewaktu kita mengusahakan hidup kita supaya bisa berbuah bagi dia.

Ayat 16 Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.

Gadis sulam merasa senang sekali boleh melihat/ menatap ketampanan wajah raja dengan puas. Dia juga sangat senang karena boleh berada dekat, bahkan mendapatkan giliran tidur/ keintiman dengan rajanya. Gadis sulam merasakan kesegaran dan kedamaian bila mendapatkan keintiman dengan rajanya.

Ayat 17 Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.

Bangunan rumah mereka itu kuat. Kita perlu membangun hidup rohani kita kuat dan layak supaya  Yesus, Raja kita bisa tinggal di dalam dengan nyaman, tidak kehujanan dan kepanasan.


Oleh: Andreas Kurniawan (Seorang Awam)

Retaught by our most beloved sister, God’s own bride,  Michelle Zint.

Taken from: http://www.mikebickle.org

Coming up: Pasangan Hidup dalam Alkitab- Pernikahan Raja (Kidung Agung 2)