Tata cara adat perkawinan orang Yahudi menggambarkan pesta kawin Anak Domba yaitu antara Yesus Kristus sebagai mempelai laki-laki dengan orang percaya sebagai mempelai perempuan. Bagaimanakah mereka menemukan cinta sejati mereka secara alkitabiah? Apa dan siapa pulakah cinta sejati menurut alkitab?

Dua Bagian Tata Cara Perkawinan Orang Yahudi

Seperti kebanyakan adat kita, tatacara perkawinan  adat Yahudi juga dibagi 2 bagian yaitu masa pertunangan dan masa pesta kawin.


Pertama – Pertunangan

* Ke rumah pengantin perempuan untuk mengikat perjanjian perkawinan (kedatangan Yesus ke dunia)Mempelai laki-laki pergi dari rumah bapanya dan datang ke mempelai wanita dengan membawa janji perkawinan. Ini adalah hal yang pertama, mahar biasanya berupa uang dan kemudian menawarkan secawan anggur perjamuan kepada calon mempelainya. Jika calon mempelai perempuan menerima dan meminumnya sebagaimana dalam Paskah maka itu berarti, ya.

Analogi

Yesus datang dari rumah Bapa di Sorga ke tempat pengantin perempuan di bumi 2000 tahun yang lalu. Mempersembahkan mahar berupa darah-Nya sendiri di kayu salib sebagai tanda ikatan pertunangan.

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!(1 Korintus 6:19-20)

Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. (II Korintus 11:2)

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (I Petrus 1:18-19)

* Calon pengantin laki-laki kembali ke rumah bapanya untuk mempersiapkan pesta kawin (Kenaikan Yesus ke Sorga untuk mempersiapkan tempat bagi orang-orang percaya)

Setelah itu pengantin laki-laki akan berkata, Saya akan pergi untuk mempersiapakan tempat bagimu

Kemudian ia akan kembali ke rumah bapanya dan membangun sebuah ruangan pengantin untuk bulan madu mereka yang disebut huppah

Analogi

Yesus kembali ke ruman Bapa-Nya di Sorga pada saat Hari Kenaikan (40 hari setelah kebangkitan-Nya) untuk mempersiapkan tempat bagi pengantin perempuan-Nya yaitu orang percaya.

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yohanes 14:1)

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:3)

* Masa Penantian (Masa antara kenaikan Yesus sampai menjelang kedatangan-Nya untuk menjemput orang-orang percaya)

Bapanya akan menentukan kapan semua persiapan untuk pesta kawin itu matang. Jadi pengantin laki-laki tidak tahu tanggal pasti dari pesta perkawinannya karena semua tergantung dari bapanya. Jadi ia hanya tahu perkiraannya saja tapi kepastian tergantung bapanya. Selama masa persiapan, bapanya mengawasi dan jika

ia merasa bahwa persiapan sudah matang maka ia akan memutuskan bahwa pesta kawin sudah dapat dilakukan dan meminta pengantin laki-laki untuk menjemput mempelai perempuan. Selama masa penantian tersebut, pengantin perempuan harus berjaga-jaga karena pengantin laki-laki bisa datang sewaktu-waktu.

Analogi

Setelah kenaikan-Nya ke Sorga, orang-orang percaya sebagai pengantin perempuan diminta untuk berjaga-jaga karena Yesus Kristus bisa datang setiap saat. Jadi Yesus sebagai mempelai laki-lakipun tidak tahu kapan tepatnya saat pesta kawin-Nya hanya Bapa saja yang tahu.

Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32)

Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. (Wahyu 19:7)

Kedua- Pesta Kawin

* Penjemputan pengantin perempuan oleh pengantin laki-laki di depan rumah (kedatangan Yesus di awan-awan menjemput orang-orang percaya)

Jika bapa sudah menyatakan bahwa persiapan sudah matang, maka ia memerintahkan anaknya beserta pengiring-pengiringnya untuk menjemput pengantin perempuan. Mereka akan menjemput pengantin perempuan sampai di depan pintu rumah pengantin perempuan, dan kemudian  pengantin perempuan akan keluar rumah untuk menemui pasangannya.

Analogi

Yesus akan datang beserta malaikat-malaikat-Nya di awan-awan untuk menjemput orang-orang percaya sebagai pengantin perempuan dan membawanya ketempat yang sudah dipersiapkan-Nya. Orang percaya yang sudah mati akan dibangkitkan terlebih dahulu setelah itu baru yang masih hidup, dan kita semua akan mengenakan tubuh kemuliaan yang tidak bisa binasa lagi.

Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (1 Tesalonika 4:16-17)

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. (I Korintus 15:51-53)

* Masa Bulan Madu

Tinggal di huppah selama 7 hari (masa 7 tahun Antikris di bumi)

Setelah pengantin laki-laki pergi ke rumah bapanya bersama pengantin perempuan, mereka akan tinggal di tempat yang sudah dipersiapkan untuk bulan madu mereka yang disebut huppah atau kamar pengantin selama 7 hari.

Analogi

Kita sebagai orang percaya akan bersama-sama dengan Yesus Kristus selama 7 tahun,di mana dalam kurun waktu itu orang di bumi mengalami Masa AntiKris.

* Akhir Masa Bulan Madu

Pasangan pengantin keluar dari huppah (Yesus kembali ke bumi bersama orang-orang percaya)

Dan setelah hari ke tujuh maka pengantin akan keluar dari huppah dengan kerudung penutup muka pengantin perempuan yang sudah terbuka sehingga para undangan dapat melihat pengantin perempuan secara jelas

Analogi

Setelah Yesus sebagai pengantin laki-laki bersama dengan orang-orang percaya sebagai pengantin perempuan bersama selama 7 tahun maka pada akhir masa 7 tahun itu kita akan bersama-sama dengan Yesus Kristus turun ke bumi untuk memerintah bersama-sama dengan-Nya. Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan.

Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. (Zakharia 14:4,9)

Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya. (I Tesalonika: 3:13)

Oleh: Rudy H
(Disarikan dari artikel The Marriage of the Lamb oleh Dr. John Ankerberg, bersama  Dr. Randall Price, Dr. Zola Levitt (orang Yahudi) dan Dr. Renald Showers)

Diambil dari: JNM- Pesta Kawin Anak Domba