Sampai kapankah anda akan menunggu pasangan hidup yang anda ingini datang? Atau sampai kapankah anda akan mencari pasangan hidup seperti yang terbaik buat anda? Perlukah membuat kriteria dalam memilih calon pasangan hidup kita? Adakah cara yang lebih sederhana menemukan pasangan hidup kita? Check this out…

Setiap orang memiliki kriteria sendiri-sendiri dalam mencari teman hidup atau pasangan hidup (PH) mereka. Beberapa hal berikut ini merupakan sebagian besar dasar dari kriteria yang mereka buat:

1. Agama

2. Aliran gereja dan gerejanya itu sendiri

3. Kehidupan rohani, rohani atau biasa-biasa saja

4. Ras atau suku

5. Kemapanan pekerjaan dan ekonomi

6. Keluarga

7. Karakter dan kepribadian

8. Fisik

Kita harus mengakui bahwa ketika kita berbicara tentang kriteria ideal seorang PH, maka yang muncul lebih banyak adalah kriteria-kriteria yang menyangkut hal fisik, seperti: tinggi, putih, cantik, rambut panjang, dsb, bila itu pria. Bila wanita, hal-hal yang menyangkut fisik misalnya adalah: tinggi, tampan, tidak berkacamata, tidak keriting, tidak botak, dsb.

Namun, ketika kita mau merendahkan hati di hadapan Tuhan sedikit saja, maka kriteria kita pasti akan menjadi berubah cukup besar. Hal-hal fisik akan kita tolerir dan kita akan menjadi lebih condong ke hal-hal yang rohani, misal: yang penting Kristen/ Katholik, yang penting cinta Tuhan/ saleh hidupnya, asal penghasilannya cukup, tidak cantik atau tampan asal sopan, rapi, dan bersih.

Menyusun kriteria adalah bagian dari hak bebas kita, namun ketika kita menyerahkan kembali hak bebas kita kepada Tuhan dan mengijinkan Dia untuk memilihkan  dan mempertemukan kita dengan calon PH kita, maka situasi, keadaan, dan hasilnya pun akan menjadi sangat jauh berbeda. Dalam level ini, kita sudah menaruh kriteria-kriteria itu. Maka, ketika kita berada di titik ini, yang kita perlukan hanyalah 2 hal sederhana yaitu: membuka hati dan meminta Tuhan bicara kepada kita ketika kita sedang berinteraksi dengan lawan jenis kita, pada saat kita membangun persahabatan dengan dia.

Akan ada firman atau pernyataan Tuhan, akan ada peneguhan-peneguhan, dan akan ada 2 hati yang “CLICK”, yang terpaut satu sama lain. Itulah BENIH CINTA yang Tuhan taruh. Dan ketika 2 hati ini mengambil komitmen untuk berjalan bersama, hubungan mereka tidak akan dibangun oleh tangan manusia saja, tangan mereka sendiri, tetapi ada tangan Tuhan yang bekerja yang mengatur dan mengendalikan segala sesuatu. Mereka tidak akan bersusah payah dalam menjaga dan membina hubungan itu karena sejak awal mereka mengijinkan Tuhan turun tangan. 2 hal akan berjalan bersama, yaitu hukum supranatural yang mengijinkan BAPA berkuasa dan menolong, dan hukum alamiah yang memerlukan sikap hati yang dewasa dan benar di hadapan Tuhan, serta usaha-usaha 2 insan untuk membina hubungan kasih itu sampai kepada
Pemberkatan Nikah Kudus di hadapan Tuhan dan jemaatNya. Kriteria akan menjadi tidak penting lagi dibandingkan Tuhan yang sudah menyatakan kehendakNya.

Oleh:

Andreas Kurniawan

(seorang awam)